Profil Direktur Rumah Inggris Jogja (RIJ)

Abd Hamid
Abdul Hamid
Abdul Hamid adalah putera sulung dari Bapak Ari dan Ibu Arti. Berasal dari Kota Pisang, Lumajang Jawa Timur, tepatnya desa Curah Petung kecamatan Kedung Jajang. Jenjang pendidikan ia tempuh sejak duduk di SDN 02 Kedung Jajang Lumajang. Lalu sekitar tahun 1997 M, ia melanjutkan belajarnya ke MTs. Kiyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang sampai pada tahun 1999 M. Baru pada tahun 2000 M, ia mendaftarkan diri sebagai santri dan murid madrasah Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jatim. Salah satu pesantren tertua di Jawa Timur.

Sejak itu, ia mulai belajar agama dan belajar menguasai bahasa asing (Arab dan Inggris) serta bergelut dengan aneka organisasi. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua OMIM (Organisasi Murid Intra Madrasah) periode 2007-2008 tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri, Ketua ISS (Ikatan Santri Sidogiri) Konsulat Lumajang periode 2008-2009, dan staf pengajar LPBAA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing) selama dua tahun.

Di pesantren ini pula, ia juga mengasah kemampuannya dalam bidang tulis-menulis. Tulisannya banyak mewarnai media-media yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri. Ia pernah menjabat sebagai pimpinan redaksi mading el-Miftah (Media baca santri Pondok Pesantren Karang Durin, Sampang, Madura, tempat dimana ia ditugaskan mengajar, 2006-2007), pimpinan redaksi buletin Tauiyah (Buletin dakwah yang diedarkan secara gratis ke berbagai masjid di wilayah Pasuruan dan sekitarnya, periode 2008-2009), staf redaksi buletin Istinbat (Buletin kajian keagamaan milik instansi Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri, 2007-2008), dan staf redaksi majalah Ijtihad (Majalah kreasi murid-murid Aliyah, 2007-2009).

Di Sidogiri sendiri, ia berdomisili di daerah khusus Bahasa Arab dan Inggris, tepatnya di kamar K-03 (al-Bahrain). Ia pernah ditugas mengajar oleh pengurus PPS (Pondok Pesantren Sidogiri) ke wilayah Madura, tepatnya di Pondok Pesantren Karang Durin, Tlambah, Karang Penang, Sampang (2005-2006). Di sana ia juga dipercaya menghandle dua kompleks bahasa, yakni bahasa Inggris dan Arab selama setahun.

Tepat pada tahun 2009, ia memutuskan diri untuk keluar dari pesantren dan hijrah ke kampung Inggris Pare Kediri untuk memperdalam bahasa Inggrisnya lebih intensif lagi. Adapun tempat kursus yang pernah ia masuki adalah GENTA, Daffodil, Hakim, Intense Center, dan Jelita. Semuanya ia tempuh dalam kurun waktu sekitar 4 bulan.

Awalnya ia hanya ingin belajar di sana selama dua bulan, tapi keterusan. Ia malah ketagihan dan mulai menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuatnya semakin betah dan krasan untuk terus menimba ilmu di Pare. Banyak yang berkesan, banyak yang bisa dikenang, dan banyak yang bisa diambil buat pembelajaran. Bukan hanya dari aspek bahasa, melainkan aspek yang lain juga.

Pare telah memberinya sejuta inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, membuka jalan untuk menjadi insan yang lebih mapan di masa mendatang, dan memberi banyak peluang bagi siapapun yang ingin menjadi sosok yang diinginkan. Atmosfer pembelajaran di Pare dan euforianya, memicu andrenalinnya untuk segera mendirikan tempat kursus, privat, dan les yang memiliki karakter yang sama seperti di Pare. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, ia berinisiatif menciptakan kampung Inggris kedua setelah keluar dari Pare.

Akhirnya, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, serta bertawakkal penuh kepada-Nya, maka pada tanggal 13 April 2011, diresmikanlah sebuah tempat kursus dan privat bahasa inggris dan arab berbasis kos-kosan seadanya yang bernama “Bezealous Course” dengan harapan tempat kursus dan privat ini bisa menjadi lembaga pendidikan yang menjembatani banyak pihak mencapai cita-citanya, khususnya di bidang penguasaan bahasa asing. Sampai sekarang, tanggal 13 April ditetapkan sebagai hari jadi dan hari hari ulang tahun “Bezealous Course”.

Seiring perjalanannya, dengan berbagai pertimbangan serta permintaan dari banyak pihak, pada tahun 2013, terjadi perubahan nama dari “Bezealous Course” ke “Rumah Inggris Jogja” yang lebih akrab disapa RIJ. Nama “Rumah Inggris Jogja” dipandang lebih representatif dengan visi dan misi “Bezealous Course” sendiri dalam menciptakan area berbahasa Inggris (english area).

Sapen GK I/627 RT 24 RW 07 Demangan Gondokusuman Yogyakarta, lokasi dimana ia tinggal sekarang, adalah lokasi ini yang kemudian ia jadikan sebagai objek pertama dalam mewujudkan cita-citanya untuk menciptakan kampung Inggris di jogja. Sapen dipandang begitu strategis untuk bisa dijadikan sebagai lokasi belajar dan pengembangan bahasa yang kondusif. Mengingat area Sapen adalah area yang padat dengan kos-kosan mahasiswa dan memiliki sisi yang sama dengan kampung Inggris Pare dalam banyak sisi.
Pada tahun 2010, ia tercatat sebagai mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2010 dan sekarang ia sedang dalam proses penyelesaian studinya sebagai mahasiswa semester akhir fakultas Sosial dan Humaniora (Soshum) program studi Sosiologi. Motto hidupnya: “Lakukan apa yang harus kau lakukan dan jadilah apa yang kau inginkan! Jangan pernah takut tuk bermimpi, karena semuanya berawal dari mimpi.” Bagi yang ingin berbagi informasi dan berkonsultasi langsung, silahkan hubungi: 081393978588 fb/email: adehamid.artar@yahoo.com.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »