All about Grammar

Apa itu grammar? Grammar merupakan bidang ilmu dalam Bahasa Inggris yang mempelajari tentang aturan, struktur, dan tatanan Bahasa Inggris yang baik dan benar sehingga membentuk suatu makna yang dapat dipahami dengan baik. Grammar sangat penting dalam berbagai aspek berbahasa inggris, khususnya dalam aturan kepenulisan dan umumnya dalam penyusunan kalimat percakapan. Menurut Michael Swan (2005) dalam bukunya Practical English Usage, grammar adalah “The rules that show how words are combined, arranged or changed to show certain kinds of meaning." Pernyataan tersebut dapat dimaknai yaitu "Aturan-aturan yang menjelaskan bagaimana kata-kata dikombinasikan, disusun atau diubah untuk menunjukkan beberapa jenis makna.” Adapun Barbara Dykes (2007) dalam bukunya Grammar for Everyone juga menjelaskan pengertian sederhana tentang grammar, yaitu “Grammar is language to talk about language” yang artinya “Grammar merupakan Bahasa untuk mempelajari tentang Bahasa”.

All about Grammar RIJ


Seberapa penting grammar? Grammar mengandung arti yang sangat penting bagi seseorang pemula untuk mulai belajar Bahasa inggris. Bagi mereka yang berekspektasi memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik dalam segala aspek, maka akan sangat tepat jika memulai pembelajaran dengan grammar, karena menurut saya grammar merupakan akar dalam berbahasa. Bahasa merupakan seni dalam merangkai kata yang membentuk makna, dimana untuk menciptakan permaknaan yang baik maka diperlukan tatanan Bahasa yang mengaturnya. Terkadang, setiap orang yang menginginkan kemampuan berbicara Bahasa inggris yang baik dan terlebih lancar, kebanyakan mereka akan berpendapat bahwa grammar tidak begitu penting dan krusial dalam menunjang kemampuan speaking mereka. Mereka berkata bahwa mereka hanya butuh memulai untuk menguasai kosakata dan memulai untuk merangkainya. Setelah mereka merasa bahwa kemampuan speaking sudah cukup lancar, barulah mereka akan memulai mencoba memahami struktur Bahasa yang benar (grammar). Akan tetapi, jika hal itu disadari secara mendalam, maka mereka akan paham bahwa mereka telah memulai pembelajaran dengan tidak efisien. Pembelajaran speaking mengandung metode dengan sistem pengulangan dan pembiasaan, pembelajar normalnya akan terbiasa dengan tatanan Bahasa yang mereka ciptakan sendiri tanpa berpandu pada aturan baku grammar. Akan tetapi, selanjutnya akan sulit bagi mereka untuk mereset pola dan struktur Bahasa mereka dengan aturan grammar yang baru akan mereka pelajari, karena pola Bahasa tanpa aturan grammar yang sebelumnya mereka pelajari sudah tertanam di alam bawah sadar terlebih dahulu. Di sisi lain, bagi orang yang menyadari pentingnya grammar, mereka akan berpikir bahwa grammar merupakan kunci utama yang mereka butuhkan untuk dapat memulai Bahasa inggris dengan baik. Ketika mereka sudah cukup baik dalam penguasaan grammar, maka akan lebih mudah bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan Bahasa inggris mereka dalam berbagai aspek lain, seperti speaking, writing, reading, maupun listening, sehingga menciptakan hasil pembelajaran yang efisien. Selama pembelajar grammar berfokus pada pembentukan struktur Bahasa yang baik, mereka juga langsung dapat mengaplikasikan hal tersebut dalam aspek pembelajaran lain seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Dalam speaking, mereka dapat menerapkan struktur baku grammar dalam merangakai kata di dalam pembicaraan dengan orang lain, selain itu mereka dapat melakukan koreksi struktur kalimat yang kurang tepat pada lawan bicara mereka. Sehingga grammar menjadi penunjang utama bagi mereka dalam percakapan sehari-hari. Dalam writing, pembelajar dapat melakukan penerapan grammar dalam tulisan yang mereka ciptakan dengan tujuan menghasilkan tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca, terlebih dalam tulisan yang mengandung makna-makna ilmiah yang wajib disampaikan dengan tatanan Bahasa baku. Dalam reading, pembelajar akan dengan secara eksplisit menerapkan kemampuan grammar mereka dalam pemahaman teks bacaan yang sedang mereka baca. Mereka juga dapat membandingkan penggunaan grammar dalam bacaan dengan aturan grammar yang selama ini mereka pelajari, sehingga akan menambah referensi bagi pembelajar. Dalam listening, grammar dapat digunakan dalam pemahaman kalimat yang didengarkan pembelajar, apakah kalimat yang mereka tangkap mengandung makna masa lalu, masa kini atau masa depan, apakah kalimat pertanyaan atau pernyataan, dan lain sebagainya. Sehingga menciptakan pemahaman kalimat yang komprehensif secara keseluruhan dan akhirnya memudahkan pembelajar dalam merespon kalimat yang mereka dengarkan.

Menurut penulis, grammar bukanlah hal yang sulit untuk dipahami dan dipelajari. Banyaknya jenis aturan dalam pembelajaran grammar justru dapat dijadikan tantangan dalam proses pemahaman grammar yang kompleks. Guna mempermudah prosesnya pembelajaran grammar, penulis memiliki beberapa tips yang dapat pembelajar gunakan dan implementasikan dalam proses pembelajaran grammar. Pertama, kuasai terlebih dahulu bank kosakata sebanyak mungkin sehingga nantinya pembelajar akan lebih mudah merangkai kata dalam Bahasa inggris dengan langsung menerapkan aturan-aturan grammar. Kedua, ciptakan sudut pandang bahwa grammar akan dapat lebih mudah dipahami dengan sudut pandang general (umum), artinya melihat aturan grammar secara garis besar terlebih dahulu sebelum berfokus pada bentuk-bentuk aturan detil (rigit). Dengan kata lain, materi-materi grammar dapat dipetakan secara garis besar dalam konsep pemikiran dengan membuat mind mapping. Contohnya dalam materi Tenses, dimana Tenses diketahui berjumlah 16 yang terbagi menjadi 4 jenis waktu (present, past, future, dan past future) dan 4 jenis keadaan (simple, continuous, perfect, dan perfect continuous). Dalam hal ini, sederhanakan pola pemikiran bahwa tenses intinya pada jenis waktu yang ingin digunakan untuk membentuk kalimat. Apabila pembelajar ingin berbicara tentang kegiatan di masa sekarang maka gunakan waktu present (masa sekarang), lalu baru dapat difokuskan waktu present dalam berbagai keadaan, apakah yang berulang/peristiwa umum (simple), sedang terjadi (continuous) atau sudah terjadi (perfect). Begitupun dengan jenis-jenis tenses lainnya sehingga akan lebih memudahkan pembelajar memahami materi tenses secara menyeluruh. Selanjutnya untuk menghafalkan total 16 rumus tenses, pembelajar cukup menghafalkan rumus pada 4 tenses present dan 4 tenses future. Mengapa begitu? Karena menurut penulis bentuk rumus 4 tenses present dan 4 tenses past relatif sama secara keseluruhan, dan hanya terdapat perbedaan pada bentuk verbnya. Hal ini juga berlaku untuk 4 tenses future yang memiliki kesamaan bentuk rumus dengan 4 tenses past future, dimana perbedaannya hanya terdapat pada bentuk modalnya saja (future menggunakan modal will dan past future menggunakan modal would). Ketiga, kuasai materi-materi dasar grammar yang masih sangat sederhana dengan sangat kuat dan usahakan jangan sampai lupa. Hal ini didasarkan pada kondisi dimana materi-materi dasar akan selalu digunakan dan berkaitan dengan materi-materi lanjutan yang lebih kompleks. Sehingga dengan menjaga pemahaman materi dasar, pembelajar akan lebih mudah mempelajari materi lanjutan grammar. Keempat, selalu aplikasikan materi grammar yang sudah dipelajari dalam berbagai aspek kehidupan. Pembelajar dapat mulai menerapkan aturan-aturan grammar dalam tulisan mulai dari yang paling sederhana seperti chatting dengan teman, membuat caption dan komentar di media sosial, hingga menciptakan tulisan ilmiah. Terapkan juga aturan grammar dalam pembicaraan sehari-hari dengan teman yang memiliki visi pembelajaran yang sama. Dengan begitu, kompleksivitas grammar yang awalnya dikira menakutkan dan memusingkan akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk menunjang segala aspek pembelajaran Bahasa inggris bagi pembelajar.


By: Muhammad Rizqi Hariz Daulay, Tutor Grammar Rumah Inggris Jogja (RIJ)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel